Rabu, 10 September 2014

Konsep Atraktif Luar Dalam All-New Jazz

Jakarta, KompasOtomotif - Honda All-New Jazz membawa semangat baru, baik dari desain, utilitas, maupun performa. Secara keseluruhan penampilan lebih atraktif, dengan lekukan desain semakin "mainstream", mengikuti pola yang digariskan Honda terhadap model-model baru lain.

Dijelaskan Makoto Konishi, Large Project Leader Honda R&D Tochigi Center Jepang, desain eksterior dirancang berdasarkan konsep “Crossfade Monoform Exterior”, yaitu desain dinamis yang mewarisi karakteristik Jazz dari generasi sebelumnya. Dengan menggabungkan kesan sporty dan kabin yang dinamis dengan bagian bawah yang besar, melebar, dan stabil.

Teknologi LED headlight dengan Auto Leveling sudah diterapkan. Gril depan dilapisi krom warna gelap. Lampu-lampu dibuat lebih meruncing dikombinasi desain bodi dibuat lebih tajam, mewakili karkater sporty yang aerodinamis. Penampilan lebih gaya diperkuat dengan pelek 16 inci.

Futuristic
Memasuki kabin, akan terlihat konsep “Sophisticated Futuristic Cockpit”. Lingkar kemudi kemudi dilapisi kulit dan tombol audio serta cruise control. Kunci kontak diganti dengan One Push Ignition System, tombol yang memudahkan saat menyalakan atau mematikan mesin.

Sistem audio video dengan monitor sentuh 6,1 inci siap memanjakan penumpang. Fitur ini dapat digunakan untuk menikmati audio dalam berbagai format seperti DVD, CD, MP3, WMA, dan melalui USB serta dapat juga terhubung dengan aplikasi iPhone 4 dan 4s melalui kabel opsional. Untuk melengkapi kenyamanan terdapat pula Front Armrest ConsoleAuto Door LockTweeter Speakers, dan ISOFIX di kursi bagian belakang.

Paket efisien
Ruang kabin luas dan kenyamanan dapat langsung dirasakan begitu duduk. Dimensi lebih luas dibanding generasi sebelumnya, tetapi tetap kompak akan memudahkan berkendara di perkotaan yang padat.

Fitur Ultra Seat memungkinkan sandaran kursi di baris kedua dapat dilipat menjadi rata, dengan lantai bagasi sehingga dapat meletakkan barang yang tinggi maupun panjang. Ada empat pengaturan kursi yang bisa digunakan.

Pertama, Utility Mode, sandaran kedua kursi belakang dilipat hingga rata untuk menciptakan bagasi ekstra luas. Kedua, Long Mode, di mana kursi depan dan belakang dilipat untuk menciptakan ruang simpan dengan panjang hingga 2.480 mm.

Lalu yang ketiga, Tall Mode, dudukan kursi belakang dilipat ke atas untuk menciptakan ketinggian ekstra di kabin belakang, sehingga memungkinkan untuk memuat barang dengan tinggi hingga 1.280 mm seperti tanaman atau dispenser.

Terakhir, Refresh Mode, kedua kursi depan direbahkan secara penuh untuk menghadirkan kelegaan maksimal, memungkinkan pengemudi dan penumpang depan bersantai sejenak di sela-sela kepadatan aktivitas mereka alias bisa dipakai tiduran.
Read More

"Mobil Murah" ibarat Obat Ajaib

Jakarta, KompasOtomotif — Meski masih banyak pro dan kontra atas bergulirnya program kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (KBH2), atau yang lebih dikenal dengan LCGC, ternyata proyek ini dinilai sebagai penyelamat Indonesia pada masa depan, penyelamat dari serbuan mobil-mobil impor dari negara tetangga. Begitu kesimpulan Masaki Honda, peneliti dari Frost and Sullivan, di Jakarta, awal pekan lalu.

Honda menjelaskan, program LCGC punya pengaruh yang besar terhadap pasar mobil nasional. Sejak diluncurkan September 2013, sudah lebih dari 12.000 unit produk LCGC terjual. Bukan hanya dari segi penjualan, melainkan berkat program ini sejumlah pabrikan otomotif juga menggelontorkan dananya untuk menanamkan modal guna menambah kapasitas produksi di Indonesia.

"Meningkatnya kapasitas produksi akan mendongkrak pengembangan industri pendukungnya, yakni komponen," ujar Honda.

Tenaga kerja
Kapasitas produksi yang membesar hingga 13 persen serta pengembangan industri komponen berujung pada penambahan tenaga kerja baru. Program LCGC diprediksi akan menyerap 130.000 orang tenaga kerja baru. Dari jumlah ini, 30.000 orang merupakan buruh pabrik, sedangkan 100.000 orang bekerja di sektor penopang, jaringan layanan purnajual, seperti bengkel.

Selain itu, hadirnya LCGC ke pasar juga berhasil menciptakan segmen baru di kalangan konsumen, para pemilik mobil pertama. Namun, LCGC juga akan memicu aksi kanibalisme di segmen MPV dan mobil kompak lebih besar dari yang sudah ada saat ini.

"Hadirnya LCGC bisa menjadi obat ajaib yang mampu mendorong industri otomotif Indonesia naik ke level selanjutnya," ujar Honda. Selain untuk pasar domestik, Toyota dan Suzuki sudah mulai mengekspor mobil kota ini ke negara lain, seperti Filipina dan Pakistan, mulai tahun ini.
Read More

Harga Honda Mobilio RS Menggiurkan

Jakarta, KompasOtomotif - PT Honda Prospect Motor akhirnya resmi meluncurkan Mobilio RS, sebagai pelengkap portofolio kendaraan multi guna (LMPV). Dengan tampilan lebih agresif, varian tertinggi Mobilio ini dibanderol mulai Rp 203,5 juta untuk tranmsisi manual dan Rp 214 juta versi CVT, on the roadJakarta.

"Kami menargetkan bisa menjual 20.000 unit Mobilio RS sepanjang Juni-Desember 2014," jelas Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM di sela peluncuran, di Jakarta Pusat, Kamis (19/6/2014).

Dijelaskan, ubahan Mobilio RS bukan sekedar kosmetik karena dilakukan langsung di pusat riset dan pengembangan di Jepang. Ubahan terjadi mulai dari bagian interior sampai eksterior termasuk penambahan kelengkapan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Honda juga menawarkan tiga warna baru khusus untuk varian RS, yakni Carnelian Red Pearl,White Orchid Pearl, dan Modern Steel Metallic

Harga terjangkau
Mobilio RS hadir berdasarkan kebutuhan dan hasil riset yang mempertimbangkan harga dan ketersediaan ruang parkir terbatas. Bagi keluarga yang sudah punya mobil LMPV mau naik kelas, maka bisa memilih versi RS sebagai pilihan.

"Bicara soal harga, meski banyak tambahan baru, Mobilio RS tetap terjangkau karena memang segmen konsumen model ini sangat sensitif terhadap harga, orang mau mobil bagus tapi tetap ingin terjangkau " papar Jonfis.
Read More

Selasa, 09 September 2014

Jepang Topang Ambisi Toyota dengan "Fuel Cell"



Tokyo, KompasOtomotif - Toyota sudah memamerkan mobil berteknologi fuel cell yang mengonsumsi gas hidrogen sebagai bahan bakar utama. Mobil ini siap dipasarkan ke Jepang dan Eropa mulai tahun depan. Nah, guna menyukseskan program mobil ramah lingkungan ini, pemerintah Jepang menyatakan dukungannya untuk menciptakan tren kendaraan bebas polusi di masa depan.

Langkah tersebut menjadi pertaruhan serius karena teknologi tergolong masih mahal bagi konsumen. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dalam pemaparan strategi pertumbuhan ekonomi barunya, mengatakan sudah menyiapkan insentif berupa pemotongan pajak untuk pembeli mobilfuel cell.

Insentif ini juga bisa dinikmati bagi setiap pabrikan yang memproduksi mobil sel bahan bakar atau perusahaan yang mau mendirikan stasiun pengisian hidrogen untuk menopang ketersedian jaringan infrastruktur.

Tantangan
"Ini adalah awal dari tantangan panjang menciptakan hidrogen sebagai standar baru dalam masyarakat menjadikan kendaraan sel bahan bakar sama seperti mobil umum lainnya," jelas Mitsuhisa Kato, Wakil Presiden Eksekutif Toyota Motor Coorporation (TMC), seperti dilansir Reuters(25/6/2014).

Melalui Toyota dan Honda, target jangka panjang Jepang sebagai pusat pengembangan kendaraan ramah lingkungan di dunia bisa sukses. Mereka berharap teknologi ini menjadi kunci bagi kehidupan manusia dalam beberapa dekade ke depan.

"Bahkan setelah 10 tahun, mobil teknologi sel bahan bakar jumlahnya masih di bawah 10 persen dari total penjualan di Jepang. Strategi ini bicara bukan untuk 10 tahun, tetapi 20 sampai 30 tahun mendatang," beber Ryuichiro Inoue, ahli industri otomotif dari Universitas Tokyo City.

Industri unggulan
Otomotif merupakan salah satu industri unggulan di Jepang, menyediakan satu dari 11 pekerjaan yang tersedia. Selain itu, mencakup seperlima dari kekuatan manufaktur Jepang. Industri ini juga salah satu yang menjadikan Jepang kompetitif di mata dunia, di samping elektronik.

Pemerintah Jepang rela menggulirkan insentif pembebasan pajak untuk setiap konsumen yang membeli mobil sel bahan bakar hingga 20.000 dollar AS hingga 2025. Pemerintah juga menargetkan mendirikan 100 titik stasiun pengisian hidrogen terutama di daerah perkotaan di seluruh negeri sampai Maret 2016.

"Untuk tetap kompetitif, Jepang boleh ketinggalan dalam hal ini," tukas Yuriko Koike, mantan Menteri Lingkungan yang saat ini memimpin pergerakan pemanfaatan energi hidrogen di Jepang.
Read More

4 Bintang Chevrolet Beraksi di "Transformers:Age of Extinction"

Jakarta,KompasOtomotif - PT General Motors (GM) Indonesia tak mau kehilangan momentum memanfaatkan film yang tengah diputar di bioskop Ibukota saat ini, "Transformers : Age of Extinction". Sekuel terbaru film besutan Michael Bay ini kini menampilkan empat bintang utama dari GM.

Tiga bintang di antaranya merupakan "pemain baru", yaitu Chevrolet Sonic, Trax, dan Corvette Stingray. Sedangkan salah satu bintang utama, Chevrolet Camaro atau yang lebih dikenal dengan Bumblebee masih menghiasi jalannya film.

Dari segi cerita, "Age of Extinction" secara tidak langsung menceritakan kelanjutan dari judul sebelumnya "Transformers: Dark of The Moon" dengan setting waktu sekitar empat tahun setelah kejadian di film sebelumnya. 

Direktur Pemasaran GM Indonesia Meilita Iskandar mengatakan, film ini merupakan cara yang baik dan inovatif untuk lebih memperkenalkan merek Chevrolet bagi penggemar Transformer di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Chevrolet Sonic yang di Indonesia dikenal sebagai Aveo merupakan salah satu produk Chevrolet yang populer. Oleh karena itu, kami mengajak komunitas Aveo Club Indonesia (ACI) untuk merayakan hal ini, salah satunya dengan terus mengadakan kegiatan bersama dan membuat replika mobil yang menjadi 'jagoan' di film ini,” jelas Meilita dalam keterangan resmi yang diterimaKompasOtomotif, Kamis (26/6/2014). 

Film Transformers: Age of Extinction dapat disaksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2014.
Read More

Senin, 08 September 2014

Toyota Makin Mesra dengan BMW?

Tokyo, KompasOtomotif - Kerjasama yang dilakukan Toyota bersama BMW banyak membuahkan harapan terciptanya mobil-mobil berteknologi tinggi di masa depan. Mobil sport berteknologi hibrida, lokasi mesin di depan, mungkin akan bersaing dengan Porsche di beberapa segmen tertentu.

Bocoran informasi mengalir dari Tetsuya Tada, Kepala Rekayasa Toyota untuk proyek GT86 atau FR-S dan saat ini lagi merancang proyek mobil sport baru dengan BMW dilansir Australia Drive. Saat ditanyakan generasi terbaru GT86, Tada mengatakan, "Mungkin, tapi belum diputuskan sampai saat ini".

Menariknya, Tada melontarkan komentar yang lebih provokatif, kalau BMW bisa saja menggantikan posisi Subaru pada peran yang sama. "Itu salah satu kemungkinan yang ada," tukas Tada. Apakah ini artinya, Toyota mencampakkan Subaru dan selingkuh dengan BMW? Belum pasti! Tapi, komentar yang datang dari salah satu eksekutif Toyota ini bisa jadi salah satu indikasi penting kalau Toyota mau "move on".

Tada mengatakan mau menjaga aspirasi GT86 seperti yang ada saat ini, tetapi bisa membuatnya lebih bertenaga. Untuk produk penyegaran yang disiapkan untuk 2015, opsi mesin Boxer dengan kapasitas lebih besar dan sistem pembuangan lebih baik bisa jadi pilihan.

"Mungkin generasi terbaru 86 harus punya teknologi hijau seperti mobil balap hibrida," jelas Tada. Teknologi sama yang digunakan pada mobil balap Toyota di Le Mans.

Hingga kini, kerjasama Toyota dan BMW semakin mesra menciptakan teknologi mobil balap berteknologi hibrida. Keduanya, seolah memancarkan sinyal kalau Subaru mungkin tidak punya tawaran lebih banyak di masa depan bagi Toyota.
Read More

Minggu, 07 September 2014

Ini Honda Mobilio Versi Paling Agresif

Jakarta, KompasOtomotif - PT Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan Mobilio RS, sebagai varian teratas dari kendaraan multi guna bawah (LMPV) andalannya tersebut. Mobilio RS tampil lebih agresif dengan desain baru pada eksterior maupun interior.

Dari bocoran gambar yang diterimaKompasOtomotif, ubahan paling signifikan terjadi pada bagian wajah (facia). Desain bemper, grill bergaya sarang lebah, dan lampu proyektor dengan sentuhan LED Light Guide membuat tampilan Mobilio berubah cukup drastis.

Desain pelek palang lima juga lebih agresif senada dengan ubahan yang terjadi pada bagian wajah. Selain itu "update" juga dilakukan pada spoiler belakang terlihat lebih panjang, bemper belakang, dan ujung pipa knalpot berlapis krom.

"Mobilio RS disiapkan untuk mengisi ceruk antara Rp 210 - 250 juta yang selama ini belum tersentuh. Meski lebih agresif, Mobilio RS tetap menyasar pada konsumen keluarga yang mau tampil berbeda," jelas Yosep Swasono Agus, Manajer Komunikasi Korporasi HPM sebelum peluncuran, Kamis (19/6/2014).

Ketika ditanya berapa banderol Mobilio RS, Yosep belum mau membocorkan, tetapi hanya memberikan patokan. "Pastinya harga di bawah Rp 215 juta, tapi untuk pastinya tunggu sebentar lagi. 

Untuk lebih jelas soal harga pasti dan apa saja kelengkapan Mobilo RS, simak terusKompasOtomotif melaporkan langsung dari lokasi peluncuran!
Read More

Jumat, 05 September 2014

Pesan "Unity Bikers" untuk Pesepeda Motor

Jakarta, KompasOtomotif – Jalan raya sudah menjadi rimba yang setiap saat mengancam jiwa pengendara dan pengguna jalan. Semua saling berebut menggunakan ruas jalan di kota-kota besar yang terasa semakin sempit. Aturan lalu lintas diabaikan, kendaraan lebih besar melawan yang kecil, nyawa pun melayang sia-sia.

Data Kepolisian RI menyebutkan, pada 2013 terdapat 25.157 korban jiwa kecelakaan lalu lintas. Ada 80 orang per hari atau 3 orang per jam meninggal dunia di jalan raya. Data yang berbeda dari Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), menyebut, kecelakaan pengendara sepeda motor mencapai 120.226 kali atau 72 persen dari seluruh kecelakaan lalu lintas dalam setahun.

Melihat fenomena tersebut, sekitar 50 biker yang tergabung dalam Unity Bikers menggelar kegiatan Unity Pitstop Safety Riding yang berisi diskusi bikers bertema ”Mari Berbagi Jalan”, di Soulkitchen CafĂ©, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (12/05).

Joel D Mastana, Professional Safety Riding Trainer didaulat sebagai pembicara. Diskusi ini bertujuan mengajak para biker saling menghormati antar sesama pengguna jalan, agar jalan raya bisa menjadi sahabat bagi semua orang.

”Untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas diperlukan kesadaran berlalu lintas yang baik bagi masyarakat, terutama pengendara sepeda motor yang sering mendapat cap negatif. Semangat ’Mari Berbagi Jalan’ ini dilandasi kenyataan bahwa 70 persen kecelakaan melibatkan orang lain dengan berbagai hal dan kasus,” ucap Joel.

StandarisasiJoel juga mengutarakan pentingnya standarisasi berkendara yang sama di seluruh Indonesia agar setiap pengendara punya pemahaman sama saat berada di jalan raya. Standarisasi ini akan menjadi komunikasi yang baik dan benar serta sebagai bahasa universal bagi para pengguna jalan.

Standarisasi ini dibagi dalam tiga aspek penting, yaitu SearchEvaluate dan Execute yang wajib dipahami.

Search, pengendara perlu melihat potensi risiko kecelakaan, sehingga tidak hanya menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara, seperti jaket, helm dan sarung tangan, namun juga persiapan kendaraan, fisik, serta mentalnya.

Evaluate, artinya pengendara perlu mengetahui dan memperkirakan pergerakan kendaraan lain. Pengendara harus selalu bersikap waspada dengan melihat sekelilingnya, termasuk melalui kaca spion dan menengok untuk mengonfirmasi keselamatan. ”Di jalan raya, kita harus selalu ‘melihat’ dan ‘terlihat’,” jelasnya lagi.

Sedangkan Execute, hasil dari evaluasi yang diakhiri dengan refleks dan eksekusi yang tepat. ”Dalam waktu dua detik, pengendara harus melakukan eksekusi yang tepat secara otomatis,” tegas Joel.

Berkala
Joel berharap, Unity Pitstop Safety Riding ini bisa dilakukan berkala di berbagai kota di Indonesia karena sejalan dengan program Dekade Keselamatan Jalan 2011-2020, yang dicanangkan Wakil Presiden di Jakarta, 20 Juni 2011 lalu.

”Pentingnya safety riding sudah seharusnya tak ditawar lagi. Ini kebutuhan mutlak semua pengendara, karena kecelakaan bisa terjadi di mana dan kapan saja. Selain itu dengan makin banyaknya pelopor keselamatan berkendara pasti bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” tutup Joel.
Read More

11.400 Unit Mobil Diproduksi per Jam pada 2021

Englewood, KompasOtomotif - Lembaga peneliti IHS Automotive memprediksi produksi global mobil akan tembus 100 juta unit per tahun pada 2012. Jika diperkecil, maka jumlahnya sama dengan 11.415 unit mobil per jam dalam setahun. Jumlah ini, naik dari prediksi sebelumnya yang menyebut 85 juta unit akan tercapai pada tahun ini (2014).

Pada 2009, ketika krisis keuangan global terjadi, total produksi mobil mencapai 61,8 juta unit, turun 12,4 persen dari tahun sebelumnya. Tapi, setelah itu lompatan produksi terus terjadi sampai 82,8 juta unit yang diperoleh pada 2013. Artinya, terdapat perbedaan cukup besar ketika kondisi lagi krisis dengan sesudahnya, mencapai 21 juta unit mobil.

Kini, diprediksi akan ada tambahan 25 juta unit mobil lagi yang diproduksi pada 2021 mendatang. Hasil ini ditopang dengan penjualan global yang akan menembus 100 juta unit lebih cepat pada 2018 dan hampir 104 juta unit pada 2021.

Keseimbangan
"Perubahan segmen terjadi secara global, ketika pasar berkembang menjadi tempat untuk menjaga keseimbangan, sementara pasar tradisional terus menekan ongkos produksi," jelas Mark Fulthorpe, salah satu eksekutif IHS Automotive, dilansir Inautonews (12/5/2014).

Pertumbuhan ini akan ditopang oleh China sebagai negara dengan pasar terbesar di dunia. Jumlah penjualan di negeri Panda juga akan lebih besar ketimbang Amerika Utara atau Eropa nantinya. 

"Pasar mobil di Eropa akan menemui pasar yang beragam, tergantung dari bagian mana," jelas Denis Schemoul, Manajer IHS Automotive untuk Eropa. Tapi, pasar Eropa tetap akan andil dalam menopang pertumbuhan dengan pemulihan kondisi yang diprediksi terjadi mulai 2015-2017 mendatang. Termasuk, pasar negara berkembang juga ikut menyumbang.
Read More

Rabu, 03 September 2014

Toyota Indonesia Hentikan Produksi Sementara

Jakarta, KompasOtomotif - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menghentikan kegiatan produksi sementara selama sepekan penuh, mulai 26 Mei-1 Juni 2014. Penghentian sementara ini dilakukan dalam rangka perawatan berkala.

"Pabrik kami memang lagi overhaul untuk perawatan, sekaligus tanggal merah yang berdekatan dalam sepekan membuat kinerja pabrik tidak efektif," jelas Bob Azam, Kepala Hubungan Eksternal TMMIN di Jakarta, Kamis (29/5/2014).

Penghentian pabrik dilakukan untuk semua fasilitas TMMIN I dan II di Karawang, Jawa Barat. Aktivitas produksi di pabrik tidak bisa fleksibel mengikuti hari libur yang ada pada kalender Mei 2014. Ketika pekerja libur dan pabrik berhenti, butuh proses sampai produksi bisa kembali normal kembali.

"Penghentian sementara juga dilakukan untuk perawatan, ini tahap pertama. Selanjutnya, perawatan akan kami lakukan menjelang libur lebaran," lanjut Bob.

StokTapi, melihat kondisi stok Toyota yang tengah menumpuk saat ini, langkah penghentian sementara pabrik bisa ikut meringankan beban agen tunggal pemegang merek. Suparno Djasmin, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), pernah mengatakan, level stok Toyota saat ini memang lebih tinggi dari tahun lalu. 

Dari informasi yang diterima KompasOtomotif, level stok Toyota saat ini berada di level 1,6 bulan, cukup besar dari dua tahun lalu yang rata-rata di bawah satu bulan. 
Read More

Setelah 56 Tahun, Bentuk 3D Honda Super Cub Dipatenkan

Tokyo, KompasOtomotif – Honda Super Cub, sepeda motor paling sukses di dunia, dipatenkan di Japan Patent Office, dalam jenis pematenan 3D (tiga dimensi) atau bentuk secara keseluruhan. Ini adalah yang pertama dilakukan merek Jepang, seiring dengan semakin banyaknya aktivitas plagiat, meski hanya untuk beberapa bagian.

Sukses Super Cub memang menginspirasi siapa pun. Sepeda motor tangguh dengan harga terjangkau ini sudah diproduksi selama 56 tahun. Di beberapa negara masih menerima model yang dianggap ”abadi” ini, meski dengan beberapa perubahan, tapi tak banyak.

Dalam waktu selama itu, sang legenda sudah terjual lebih dari 60 juta unit di seluruh dunia. Model dan jenis mesinnya pun bermacam-macam, mulai 50 cc sampai 110 cc. Tipe juga berkembang, mulai C50, C70, sampai C90. Untuk produksi sekarang, mesin tentu diperbarui lebih ramah lingkungan, meski dengan gaya yang sama.

Dijiplak adalah risiko dari popularitas. Itulah mengapa Honda segera melakukan tindakan paten 3D untuk menjegalnya. Meski ini adalah yang pertama dilakukan produsen Jepang, pematenan serupa juga pernah dilakukan merek lain, seperti Piaggio Vespa dan Fiat 500.
Read More

Selasa, 02 September 2014

Ada Televisi di Avanza Veloz Luxury

Jakarta, KompasOtomotif -- Toyota Avanza semakin mendekatkan diri dengan MPV sekelas di atasnya. Saat ini Veloz Luxury, dengan banderol lebih mahal Rp 6 juta (dari Veloz standar), konsumen sudah mendapat monitor 7 inci di baris tengah, plus aksen kayu pada dasbor. Dengan kelengkapan tersebut, bisa dikatakan, kenyamanan penumpang belakang sudah mendekati MPV medium sekelas Kijang Innova.

Tetapi, kenapa hanya ada di tipe Veloz? Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Rahmat Samulo menjelaskan bahwa fokus untuk tipe Veloz adalah semakin menarik minat konsumen yang suka penampilan sporty dan kenyamanan untuk interior. Sementara konsumen Avanza G lebih suka perbaikan penampilan luar.

"Kembali lagi, ini semua bergantung pada permintaan konsumen. Veloz kini semakin luks dengan adanya monitor untuk penumpang tengah. Karena di segmen ini orang sudah berpikir lebih untuk kenyamanan," tegas Samulo.

Ditambahkan, meski segmennya disebut low MPV, tetapi kebutuhan masing-masing orang terus bergerak. Segmen mid-low MPV yang disasar saat ini punya rentang harga cukup luas karena menyesuaikan kebutuhan masing-masing konsumen.

"Walau mobil di kelas mid-low, tapi kami bisa memberikan kenyamanan lebih baik. Sekarang tinggal konsumen yang memilih sesuai dengan kebutuhan. Yang jelas, kami sudah siapkan tipe-tipe dari paling dasar sampai paling nyaman," urai Samulo.
Read More

Ducati Konfirmasi Model Scrambler

Bologna, KompasOtomotif – Setelah hanya hilir-mudik lewat isu dan spyshoot di berbagai media, akhirnya Ducati mengonfirmasi Scrambler baru sebagai model 2015. Langkah itu diiringi dengan pengenalan sekilas (sneak peak) prototipe kepada karyawan pabrik di Bologna, Italia, minggu lalu.

Inilah akhir penantian Scrambler generasi baru yang sudah dipatenkan sejak April 2013. Publik menantikan kemunculannya di EICMA, Milan, tahun lalu, tapi nihil. Ducati pun menyatakan bahwa model legendaris ini akan mulai dijual awal 2015, dan debutnya dilakukan di EICMA 2014 atau Intermot di Jerman.

Interpretasi awal, model ini adalah generasi baru dari Ducati Scrambler lawas yang sudah dijual di era 1960-an dan 1970-an. Pertama kali muncul pada 1962 dengan kubikasi 250cc silinder tunggal, lalu muncul dengan varian-varian baru mulai 125, 350, hingga 450cc. Model terakhir diproduksi pada 1976.
Jika karyawan Ducati sudah melihat prototipenya, sementara publik harus puas dengan teaserdari penggalan foto serta video. Dari video yang diunggah Ducati, bisa dilihat generasi baru ini akan datang dengan pelek 10 palang, rem cakram depan, lampu LED, tempat plat nomor mirip Diavel, dan mesin V-Twin.

Disinyalir, Ducati akan membawa serangkaian teknologi baru, termasuk tipe mesin V-Twin 90 derajat berpendingin cairan, mirip yang digunakan serangkaian model Monster baik tipe 696 atau 796. Untuk mendekatkan terhadap para penggemar, disiapkan website khusus,http://scramblerducati.com/ yang sudah bisa diakses untuk mendapatkan informasi tambahan.
Read More

Mobil dan Peralatan Rumah Tangga Kini Semakin Mesra

Osaka, KompasOtomotif - Toyota Motor Corporation dan Panasonic Corporation bergandengan tangan menciptakan koneksi nirkabel, antara mobil dan perlengkapan rumah tangga. Layanan baru yang tengah dirampungkan dan siap diperkenalkan di stan Toyota, di pameran Smart Community Japan, 18-20 Juni mendatang.

Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem mobilisasi yang lebih pintar, nyaman, dan cara meningkatkan nilai lebih tinggi dari kegunaan mobil dalam hidup manusia. Toyota akan memanfaatkan aplikasi Toyota Smart Center, yang mengoneksikan orang, mobil, dan rumah. Sistem ini sudah bisa dinikmati dan meningkatkan kenyamanan mobil bagi pengemudi Toyota di seluruh dunia. 

Panasonic merupakan perusahaan elektronik yang menciptakan berbagai peralatan rumah tangga, seperti televisi, video, dan penyejuk ruangan berkonsep "A Better Life, A Better World" bagi setiap konsumennya. Perusahaan ini terus bekerja mengembangkan rumah pintar yang ramah lingkungan dan bisa terkoneksi untuk menyokong gaya hidup lebih baik.

Juni tahun lalu, dua perusahaan ini sepakat untuk mengembangkan layanan generasi baru sistem telematika, yang menghubungkan mobil dengan peralatan rumah tangga. Sejak saat itu, kedua perusahaan mengembangkan sistem dan layanan baru.

Cita-citanya mengembangkan aplikasi untuk mobil yang bisa terkoneksi dengan perlengkapan rumah tangga di tempat tinggal. Misalnya, ada aplikasi terkoneksi dengan layanan GPS bisa mengingatkan pengemudi, untuk mematikan penyejuk ruangan di kamar tidur sebelum meninggalkan rumah. Dari dalam mobil, pengguna bisa dengan mudah mematikan alat itu tanpa harus ke dalam rumah.

Di masa depan, kedua perusahaan sepakat akan mengeluarkan kemampuannya untuk menciptakan hal baru, demi terciptanya mobilitas baru, menghubungkan orang, mobil, rumah, dan komunitas dengan layanan baru. 
Read More

Avanza Luxury Lahir Bukan karena Kompetitor

Jakarta, KompasOtomotif - Lahirnya Toyota Avanza Luxury sebagai versi paling mewah dari setiap varian menimbulkan spekulasi, bahwa PT Toyota Astra Motor (TAM) sedang "terkepung" hadirnya kompetitor. Dengan pilihan semakin banyak dan penampilan lebih sporty, diharapkan penjualan tetap bertahan dan mampu meraih 50 persen pangsa pasarLow MPV.

Soal spekulasi ini, Direktur Pemasaran TAM, Rahmat Samulo, mengatakan dalam peluncuran Avanza Luxury di Shangri-La, Senin (2/6/2014), merek lain yang ikut bermain di area tulang punggung Toyota, dianggap hal positif. "Sudah saya katakan berkali-kali, ini akan memberikan suasana persaingan yang baik untuk otomotif Indonesia dan konsumen," jelasnya.

Versi Luxury dikatakan sebagai jawaban untuk kebutuhan konsumen, bukan karena himpitan kompetitor. "Kami melihat kehadirannya (Avanza dan Veloz Luxury) dari sudut konsumen. Bukan sebaliknya. Ini semua karena permintaan konsumen dari hasil survei kami di berbagai daerah," tegas Samulo.

Memang, Samulo mengakui bahwa penjualan Avanza sedikit menurun. Namun, dirinya membantah menurunnya jumlah penjualan karena kompetitor. Pasar secara keseluruhan yang tidak terlalu berkembang adalah alasan utama, selain adanya segmen LCGC yang terus naik.

Saat ini, TAM menjual Avanza di kisaran 14-15 ribu setiap bulan, dengan pangsa pasar mencapai 42-43 persen dari data April 2014.

Soal desain, Samulo belum bisa mengungkap, kapan Avanza akan ganti model. Yang jelas, berdasarkan survei konsumen, model Avanza saat ini masih dianggap sebagai salah satu yang terbaik oleh masyarakat.
Read More

Senin, 01 September 2014

Upaya Toyota Indonesia Pertahankan Ekspor dari Thailand

Jakarta, KompasOtomotif - Desakan Toyota Thailand meminta kembali jatah ekspor dari Indonesia, ditanggapi dingin jajaran eksekutif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Mereka bahkan belum mau terbuka soal rencana ini ke publik umum.

Tapi, daripada memikirkan rencana relokasi ekspor kembali ke Thailand, I Made Dana Tangkas, Direktur TMMIN, mau menjelaskan apa saja yang harus dilakukan Indonesia supaya tetap menjadi basis ekspor Toyota dari Asia Tenggara. "Paling penting adalah punya daya saing yang tinggi," tukas Made kepada KompasOtomotif, Senin (2/6/2014).

Dijelaskan, menaikkan daya saing bisa dilakukan dengan mempertahankan kualitas sesuai standar global Toyota. Mampu menciptakan produk sesuai dengan keinginan konsumen di lokasi negara tujuan ekspor. "Dari segi harga dan ongkos produksi juga wajib bisa bersaing dengan negara lain, dan terpenting jadwal pengiriman produk harus sesuai jadwal," beber Made.

Untuk melakukan ini, Toyota Indonesia butuh sokongan penuh dari pemerntah untuk ikut bersama meningkatkan daya saing. Misalnya dengan ketersediaan infrastruktur dan kebijakan yang mampu membuat biaya produksi lebih turun.

"Kalau ini suda bisa dilakukan, kita bisa mengalahkan Thailand baik dari segi kinerja ekspor nasional, maupun Toyota. Hal ini akan membuat kita tetap berkelanjutan dan berkembang terus," tutup Made.
Read More

Minggu, 31 Agustus 2014

Ini Penyebab Mercedes F1 Gagal Juara

Montreal, KompasOtomotif - Tim Mercedes Formula One kali ini harus merelakan podium pertama kepada Red Bull Renault, setelah Nico Rosberg finis di belakang Daniel Ricciardo. Kubu Mercedes mengklaim, ada masalah padaMotor Generator Unit-Kinetic (MGU-K) di dua mobilnya. 

GP Kanada yang berlangsung Senin (9/6/2014) dini hari WIB, berlangsung menarik. Dua mobil Mercedes yang dikendarai Lewis Hamilton dan Rosberg, mengalami masalah panas yang berlebih di komponen MGU-K. Parahnya, Hamilton sampai harus gagal finish karena masalah ini, beruntung Rosberg masih mampu mengamankan posisi dua. 

Masalah sudah terjadi pada pit-stop kedua, dimana Hamilton sempat melewati Rosberg. Tim mekanis menemukan suhu yang terlalu panas pada MGU-K, karena aliran udara pendingin tidak bekerja, Hamilton pun harus mengakhiri balapan lebih cepat. Sedangkan Rosberg masih mampu menyelesaikan lap yang tersisa, tanpa memanfaatkan daya elektrik yang berasal dari energi sisa pengereman, akibat rusaknya MGU-K tersebut.

Melebihi batas
“Sistem kontrol pada ERS (Energy Recovery Systems) tidak bekerja. Pada bagian MGU-K, suhu sudah melebihi batas, dan kami tidak menyadari bahwa itu memberikan efek yang merugikan. MGU-K tidak bisa digunakan, dan tim teknis juga tidak bisa mengeset ulang," jelas bos Mercedes F1, Toto Wolff, seperti dikutip AdamCooperF1, Senin (6/9/2014).

Wolff memuji habis penampilan Rosberg yang menyelesaikan balapan meski mobil mengalami masalah. Menurutnya, Rosberg sudah memaksakan kondisi mobil buat mendapatkan hasil yang maksimal.

"Tim mengatakan kepada Lewis dan Nico, untuk menggunakan rem dengan baik, karena sudah kehilangan motor listrik. Rem bisa terlalu panas, dan keseimbangan sistem res harus diubah. Mobil Lewis tidak bisa melanjutkan balapan, beruntung Nico bisa mengatasinya," tutup Wolff.
Read More

Sabtu, 30 Agustus 2014

“Mobil Murah” Sumbang Rp 1 Triliun Lebih ke Kas Negara

Jakarta, KompasOtomotif – Polemik kehadiran “mobil murah” (LCGC) masih menjadi buah bibir di masyarakat, tidak sedikit yang mencibir kehadirannya dan justru memberikan banyak dampak negatif. Namun Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto, mencoba menggambarkan sisi positifnya. Seberapa besar kontribusi “mobil murah” terhadap pendapatan pusat dan daerah.
Kendati tanpa Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), LCGC tetap menyumbangkan banyak pemasukan buat pemerintah. Ia menguraikan dengan hitung-hitungan kasar.
“Sekarang LCGC sudah terjual 80.000 unit. Misalnya satu mobil harga Rp 100 juta, berarti jika ditotal mencapai Rp 8 triliun. Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yaitu 10 persen dari situ, berarti sudah Rp 800 miliar masuk ke kas Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah kebagian pendapatan dari Bea Balik Nama (BBN), yakni 10 persen, berarti Rp 800 miliar juga,” beber Jongkie, di Jakarta, Senin (13/5/2014).
Tidak hanya itu, Pemerintah DKI juga mendapatkan “jatah” besar. Jongkie mengungkapkan, sedikitnya 60 persen unit "mobil murah" didaftarkan dengan STNK plat B (Jakarta). Paling tidak nilainya mencapai Rp 500 miliar. 
“Jadi jangan dilihat negatifnya saja, LCGC setidaknya sudah menyumbang Rp 1,6 triliun sejak diluncurkan November 2013 sampai dengan hari ini. Jelas menambah kas Pemerintah Pusat dan Daerah,” pungkasnya. 
Read More

Jumat, 29 Agustus 2014

Jongkie D Sugiarto: Indonesia Jangan Hanya Jadi Basis Produksi MPV

Jakarta, KompasOtomotif – Salah satu kekuatan terbesar industri otomotif Indonesia berasal dari volume penjualan model MPV. Banyak merek asing memanfaatkan peluang itu dengan menggelontorkan investasi untuk menjadikan Indonesia basis produksi MPV di dalam negeri.

Namun Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto, berpendapat, jika ingin menjadi pemain global, Indonesia harus bisa memenuhi permintaan pasar terbesar lainnya, yaitu sedan.
Industri harus cepat menemukan solusi agar tidak lagi hanya kuat di MPV. “Sebagian besar pasar dunia meminta sedan dan SUV, sebab itu kita harus segera mengalihkan basis produksi ke sana, agar kita bisa mengekspor ke negara lain,” ujar Jongkie, di Jakarta, Senin (12/5/2014).
PajakMesti diakui sedan memang kurang diminati. Selain masalah karakteristik konsumen Indonesia yang lebih doyan mobil berkapasitas lebih banyak penumpang, Jongkie menjelaskan sedan tidak laku karena harganya mahal.
“Kenapa sedan ga laku? Karena pajak sedan masih tinggi. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sedan kecil itu 30 persen, sementara MPV hanya 10 persen. Karena itu harga sedan lebih mahal. Makanya masyarakat tidak mau beli sedan. Bukan karena tidak suka model sedan tapi karena harganya mahal,” ungkapnya.

Jika konsumen sedikit maka volumenya tetap rendah. Jika tetap seperti itu produsen lebih memilih memproduksi sedan di negara lain lalu mengekspor ke Indonesia. 
Gaikindo sudah pernah mengusulkan ke pemerintah untuk menurunkan beban pajak sedan, agar peminatnya semakin ramai. Saat ini sedang dikaji di Kementerian Perindustrian. Jongkie menekankan, pertimbangan merek dagang agar berani menginvestasikan pendirian pabrik sedan bila pasar dinilai menjanjikan, sama seperti MPV.
“Cara paling mudah, menurunkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sedan. Jika diturunkan, pendapatan negara bisa diambil dari akumulasi volume yang meningkat. Penurunan pajak bukan berarti menurunkan pendapatan (dalam Rupiah). Pemasukan bisa naik karena volumenya juga naik. Hanya PPnBM-nya saja yang nol, tapi masih ada pajak lain, seperti program LCGC,” jelasnya. 
Read More

Fly Citycopter, Mobil atau Helikopter?

Rua Alagoas, KompasOtomotif - Bagi Anda yang lahir tahun 1980-an, tentu pernah mendengar serial kartun The Jetsons, menceritakan keluarga yang hidup di masa depan. Film kartun yang diciptakan oleh William Hanna dan Joseph Barbara, kreator dari The Flinstone, film yang menngisahkan kehidupan di jaman purba.

Dalam salah satu ceritanya, The Jetsons ini punya kendaraan unik yang digunakan untuk berpergian berbentuk helikopter. Dari cerita ini, kemudian desainer Eduardo Galvani pemilik Galvani Studios menciptakan desain kendaraan serupa, yaitu Fly Citycopter. 

Bentuknya unik, dengan kaca cembung di bagian depan kendaraan. Dilengkapi dengan tiga baling-baling, dua sisi dan satu di belakang. Cuma cukup untuk mengangkut dua orang dewasa, dan punya kemampuan terbang dengan level ketinggian yang terbatas. Kendaraan ini menggabungkan konsep mobil dan helikopter menjadi satu benda. Dimensinya juga tidak beda jauh dengan ukuran sedan kecil.
Galvani percaya, kendaraan ciptaannya bisa menjadi salah satu metode terbaik bagi masa depan, sebagai sarana transportasi. Galvani mengatakan, proyeknya ini diciptakan untuk memacu industri transportasi untuk mendorong kendaraan yang berkelanjutan di masa depan.

"Tingkat polusi yang disebabkan oleh karbondioksida semakin memperburuk kondisi atmosfir," jelas Galvani, dilansir Inautonews (15/5/2014). Di Beijing, layar panel LCD digunakan untuk menunjukkan waktu terbenamnya matahari kepada pejalan kaki, karena kondisi langit di kota itu sangat pekat sehingga menutup kinerja alam," lanjut Galvani.

Konsep helikopter "rumahan" yang diciptakan Galvani menggunakan kipas dan mesin listrik sehingga aman bagi lingkungan. Dengan jarak terbang yang tidak terlalu tinggi, kipas pada Fly Citycopter juga membantu meniup karbondioksida yang dikeluarkan mobil dan kendaraan lain di jalan. 
Energi listrik yang digunakan untuk helikopter ini dipasok dari pembangkit tenaga listrik dari solar panel. Pilihan ini dinilai lebih baik ketimbang pembangkit tenaga listrik batu bara yang juga mengakibatkan polusi udara. 
Read More

Penjegal Yamaha R15 dari Honda Datang Tahun Ini!

Jakarta, KompasOtomotif -- Kepastian soal datangnya pesaing Yamaha R15 yang disiapkan PT Astra Honda Motor (AHM) akhirnya terjawab. Sumber internalKompasOtomotif memastikan bahwa R15 tak akan dibiarkan berlama-lama menikmati pasar sendirian. Tahun ini juga, produk penjegal dari Honda akan dilepas.

”Saya bisa memastikan tahun ini (2014). Begitu juga proses produksinya,” ujar seorang sumber tanpa mau menyebut detail waktunya. Pernyataan ini mempertegas spekulasi dan pernyataan AHM sebelumnya bahwa saat ini sedang disiapkan produk yang kompetitif dan bisa head to headdengan R15.

Produk yang dimaksud adalah CB150R Streetfire yang diberi fairing. Posisinya mengisi ceruk di atas StreetFire bergaya naked touring yang saat ini dibanderol Rp 23,4 juta. Mesin dan rangka yang digunakan akan sama seperti Streetfire, tetapi tampilannya akan jauh lebih sporty.

Sumber lain KompasOtomotif dari AHM juga pernah melontarkan pernyataan bahwa harga diusahakan tak jauh dengan R15. Harapannya, bisa di bawah Rp 30 juta. Saat ini, Yamaha R15 sendiri sudah dipasarkan dengan banderol Rp 28 juta on the road Jakarta.

Saat ini Honda mencoba bertahan dengan CBR150R impor utuh (CBU) dari Thailand yang banderolnya mencapai Rp 42,9 juta. Tentu, jika dibandingkan dengan R15, posisi CBR150R sudah tidak kompetitif sehingga butuh pendamping.

Isu lain, jika CB150R ber-fairing dipasarkan, CBR150R tetap tidak dimatikan. Bahkan ada kemungkinan dirakit lokal untuk secara berdampingan berada di garda depan menjadi tulang punggung sport.
Read More

Begini Cara Mengerem yang Benar dan Aman

Jakarta, KompasOtomotif – Tidak semua orang mahir mengendalikan sepeda motor. Namun yang lebih penting sebenarnya bukan soal bermanuver, tetapi justru hal-hal sederhana seperti teknik mengerem. Banyak yang asal mengerem untuk mengurangi kecepatan atau berhenti, padahal untuk mengerem secara aman ada teorinya.

Menurut Emerson Tantono, Network Development dan Instruktur Senior Safety Riding PT Astra Honda Motor, sebenarnya mengerem yang benar-benar efektif adalah menggunakan secara bersamaan antara rem depan dan belakang, bukan mengoptimalkan salah satu.

”Kita tidak bicara presentase kekuatan, misalnya rem depan dan belakang harus total jumlahnya 100 persen. Karena itu rancu. Lebih efektif untuk menghentikan atau memperlambat laju adalah menggunakan rem depan,” tegas Emerson kepada KompasOtomotif, (19/5/2014).

Berikut detail tips dari Emerson untuk semua biker agar menguasai teknik mengerem yang benar:
1. Dilihat tipe sepeda motor, menurut Emerson hampir sama jika bicara pengereman. Memang, untuk sepeda motor sport akan lebih kompleks, karena sesudah mengerem harus dibarengi dengan memindah gigi ke lebih rendah (engine brake) jika ingin semakin efektif. Ini juga mirip untuk sepeda motor bebek, namun karena bobot jenis cub tidak seberat sport, engine brakedilakukan jika urgent.

2. Belajar dulu! Saat belajar naik kendaraan roda dua misalnya sepeda, sudah terpatri dalam benak agar pakai rem belakang dulu. Nah, untuk sepeda motor tidak bisa sepenuhnya diterapkan. ”Banyak asumsi biker mengerem roda belakang lebih efektif, pemikiran ini yang harus diubah,” tegas Emerson.

3. Penekanan atau kekuatan rem, biker sendiri yang bisa menentukan. Hal ini dilihat dari kecepatan dan kondisi jalan. Misalnya di jalan basah, alangkah baiknya tidak terlalu ditekan jika mengerem. Itulah sebabnya, jika di jalanan basah atau licin, wajib mengurangi kecepatan agar jika sewaktu-waktu butuh mengerem, tidak ditekan keras karena laju sepeda motor terlalu kencang.

Penggunaan jari untuk menarik tuas rem sesuaikan dengan kekuatan yang dibutuhkan. Untuk pengereman maskimal, bisa menggunakan empat jari seperti gerakan meremas. ”Perlu diingat, rem tidak berdiri sendiri. Pikirkan keselamatan jika jalan licin dengan mengurangi kecepatan. Penggunaan rem tetap depan dan belakang, jangan salah satu,” pesan Emerson.

4. Penggunaan rem belakang saja hanya disarankan untuk kondisi tertentu. Misalnya melewati turunan dengan kecepatan rendah. Rem belakang saja akan membuat sepeda motor tidak stabil alias ”ngesot”.

5. Menikung. Secara teori, rem hanya digunakan menjelang masuk tikungan untuk memperlambat laju. Begitu sudah masuk tikungan, justru lakukan akselerasi agar cengkeraman roda depan semakin baik. Banyak yang salah, saat berada di tikungan malah melakukan pengereman. Dikatakan Emerson akan sangat berbahaya, apalagi dalam kecepatan tinggi.

6. Secara umum perlu latihan menggunakan rem repan. Hal ini dibutuhkan untuk mengantisipasi jika melakukan pengereman mendadak. Jangan takut menggunakan rem depan, asal dilakukan dengan benar.
Read More

Rabu, 27 Agustus 2014

Target Agresif Mitsubishi Outlander Sport

Jakarta, KompasOtomotif - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) optimis bakal mampu mendongkrak penjualan Outlander Sport, dengan dipasarkannya model facelift. Target penjualan setahun dinaikkan menjadi 10.000 unit dari hasil tahun lalu cuma 5.276 unit.
"Memang target ini terbilang sangat agresif, tetapi melihat tawaran baru Outlander Sport, kami yakin bisa mencapainya," jelas Kosei Tamaki, Executive General Manager of MMC Marketing Division KTB di sela peluncuran, Ancol, Jakarta Utara, Senin (19/5/2014).
Dijelaskan, dalam beberapa tahun ke depan ada tiga segmen kendaraan yang akan terus naik penjualannya. Pertama, segmen kendaraan multi guna (MPV) bawah, LCGC, dan SUV menengah. Tren pasar SUV menengah setiap tahun juga terus naik.
"Salah satu keunggulan kami dibandingkan kompetitor, adalah soal harga jual. Meski model baru, Outlander Sport facelift ini tidak mengalami kenaikan harga," tambah Imam Choeru Cahya, Head Of PC Sales Departement KTB.
Suzuki
Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), periode empat bulan pertama tahun ini, Suzuki masih bertengger di atas Mistubishi di peringkat ketiga penjualan nasional di bawah Toyota dan Daihatsu. Padahal, beberapa tahun sebelumnya Mitsubishi merupakan merek terlaris ketiga nasional.
"Soal itu, karena Suzuki sudah punya dua produk yang belum dimiliki Mistubishi, yakni Ertiga (Low MPV) dan LCGC (Karimun Wagon R). Jadi, agak berat mengakahkan Suzuki tahun ini," tambah Tamaki.
Fokus saat ini, lanjut Tamaki, adalah mendorong pangsa pasar pada segmen-segmen di mana Mitsubishi mengisi pasar. "Mulai dari SUV menengah, mobil kota segmen A, dan segmen lainnya, kami masih menunjukkan progres penjualan," beber Tamaki.
Sampai akhir tahun ini, KTB menargetkan bisa menjual 160.000-165.000 unit kendaraan di seluruh Indonesia.
Read More

Unik, VW Beetle Berbodi Kayu

Sarajevo, KompasOtomotif – Menciptakan karya unik pada kendaraan bisa tercetus dari ide apa saja. Contohnya seorang pensiunan asal Bosnia ini, dia melapisi bodi Volkswagen Beetle miliknya dengan kayu.

Momir Bojic (71), memakai 50.000 potongan kayu buat menutup semua bagian bodi VW Beetle. Tidak hanya eksterior yang ditutup kayu, interior pun dilapis kayu.

Kayu yang digunakan adalah oak atau pohon ek. Di Eropa, oak memang biasa digunakan sebagai bahan bangunan, mulai dari perahu, hingga furnitur, dinding atau panel lantai.

Seperti dilansir Worldcarfans, Senin (19/5/2014), Bojic sudah punya ide ini sejak 2005 lalu, saat dirinya membeli VW Beetle bekas. Tapi, Bojic baru memodifikasi 2012 lalu, dan membutuhkan waktu pengerjaan dua tahun, sampai Beetle lapis kayu ini selesai dan bisa dikendarai secara normal.

Semua bagian dari mobil diperhatikan setiap detailnya, bahkan bagian-bagian kecil seperti, dop pelek, wiper kaca depan, lampu belakang dan dasbor juga dilapis kayu. Bagian tersulit adalah perawatan, karena sekarang dirinya lebih khawatir dengan rayap daripada karat.
Read More